REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rancangan Undang-Undang (RUU) Keadilan dan
Kesetaraan Gender (KKG) yang sudah mulai dibahas secara terbuka di DPR
menuai kontroversi. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)
bahkan menyebut aturan tersebut adalah produk liberal.
Pasalnya,
kata Sekjen MIUMI, Ustaz Bachtiar Nasir, secara substansial, defenisi
gender yang termaktub pada Pasal 1 Ayat 1 sangatlah bertentangan dengan
ajaran Islam. Yakni sebagaimana mengenai peran dan kedudukan perempuan.
Senin, 09 April 2012
Penolakan RUU Dikti Bentuk Trauma UU BHP
Anggota Panitia Kerja RUU Pendidikan
Tinggi (Dikti) Tubagus Dedi Gumelar mengatakan penolakan sejumlah pihak
atas RUU Dikti adalah tindakan emosional.
Dedi menduga para pihak itu mengalami trauma psikologis karena mengingat proses UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang kontroversial.
Menurutnya, RUU Dikti adalah kemajuan dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT). Aturan dalam RUU Dikti berpihak kepada rakyat, misalnya masyarakat akan dibebaskan dari biaya seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Dedi menduga para pihak itu mengalami trauma psikologis karena mengingat proses UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang kontroversial.
Menurutnya, RUU Dikti adalah kemajuan dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT). Aturan dalam RUU Dikti berpihak kepada rakyat, misalnya masyarakat akan dibebaskan dari biaya seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Jumat, 06 April 2012
Malam Penganugrahan Mahasiswa Berprestasi FIK UI 2012
Jakarta,
BEM FIK UI 2012- Sang Mentari mulai
berjalan keperaduannya. Sinarnya yang terang menerobos jendela gedung FIK UI. Angin
sepoi-sepoi berhembus terasa hangat dikulit kami. Tepat pukul 16.00 WIB kami memasuki
Auditorium Ojo Radiat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Sore kemarin Kamis, 5 April 2012, Kami dari tim Kajian Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menuju Auditorium Ojo Radiat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia untuk menghadiri malam penganugrahan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FIK UI 2012.
Sore kemarin Kamis, 5 April 2012, Kami dari tim Kajian Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menuju Auditorium Ojo Radiat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia untuk menghadiri malam penganugrahan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FIK UI 2012.
Kamis, 05 April 2012
Setgab Koalisi Memanas, Elit PKS Gelar Rapat
Jakarta
Di tengah gonjang-ganjing isu di Sekretariat Gabungan
Koalisi, para petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) malam ini
berkumpul di kantor DPP. Para menteri dari PKS dan anggota Fraksi PKS
dikabarkan hadir. Membahas apa?
Informasi yang dihimpun detikcom, rapat digelar sejak sore di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2012). Sejumlah petinggi PKS yang hadir mulai dari Presiden PKS Luthi Hassan Ishaq, Sekjen Anis Matta dan tokoh-tokoh lainnya.
Apakah rapat ini membahas sikap PKS terkait berakhirnya kebersamaan mereka di koalisi? Dua tokoh PKS yang dikonfirmasi soal ini membantahnya.
Jubir PKS Mardani mengatakan, rapat membahas soal pemenangan Pilkada DKI Jakarta. Dia membantah ada pembahasan soal koalisi. "Kami bahas pemenangan Pilkada," ucapnya singkat.
Agenda berbeda disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS di DPR, Abdul Hakim. Menurut dia, ada tiga agenda utama dalam rapat yakni masalah kemiskinan, energi dan korupsi.
"Diskusi rutin fraksi dengan staf ahli mengenai: 1. Upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan pengangguran, 2. Kebijakan energi masa depan, 3. Percepatan pemberantasan koruptor," jelasnya dalam pesan singkat kepada detikcom.
Kabarnya bakal ada keterangan pers usai rapat ini. Namun hingga kini belum ada kejelasan.
Informasi yang dihimpun detikcom, rapat digelar sejak sore di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2012). Sejumlah petinggi PKS yang hadir mulai dari Presiden PKS Luthi Hassan Ishaq, Sekjen Anis Matta dan tokoh-tokoh lainnya.
Apakah rapat ini membahas sikap PKS terkait berakhirnya kebersamaan mereka di koalisi? Dua tokoh PKS yang dikonfirmasi soal ini membantahnya.
Jubir PKS Mardani mengatakan, rapat membahas soal pemenangan Pilkada DKI Jakarta. Dia membantah ada pembahasan soal koalisi. "Kami bahas pemenangan Pilkada," ucapnya singkat.
Agenda berbeda disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS di DPR, Abdul Hakim. Menurut dia, ada tiga agenda utama dalam rapat yakni masalah kemiskinan, energi dan korupsi.
"Diskusi rutin fraksi dengan staf ahli mengenai: 1. Upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan pengangguran, 2. Kebijakan energi masa depan, 3. Percepatan pemberantasan koruptor," jelasnya dalam pesan singkat kepada detikcom.
Kabarnya bakal ada keterangan pers usai rapat ini. Namun hingga kini belum ada kejelasan.
Titi Anggraini: Sistem Pemilu Tertutup Paling Cocok untuk Indonesia
Jakarta
Fraksi-fraksi di DPR tengah mendebatkan sejumlah pasal
krusial di revisi UU Pemilu. Salah satunya tentang sistem pemilu di
Indonesia. Nah, melihat kondisi Indonesia saat ini Perkumpulan untuk
Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai sistem pemilu proporsional
tertutup lebih cocok.
"Sistem proporsional tertutup saya kira lebih banyak keuntungannya jika melihat fenomena politik Indonesia saat ini," ujar Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.
"Sistem proporsional tertutup saya kira lebih banyak keuntungannya jika melihat fenomena politik Indonesia saat ini," ujar Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.
Rabu, 04 April 2012
Kami Perjuangkan RUU Keperawatan
Jakarta, Kastrat BEM FIK UI 2012-Sang Mentari mulai menengah tepat di tengah-tengah. Sinarnya yang terik menerobos dedaunan pohon-pohon rindang yang bergoyang. Angin sepoi-sepoi berhembus terasa hangat dikulit kami. Tepat pukul 10.30 WIB kami selesai kuliah umum di Auditorium Ojo Radiat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Siang kemarin Selasa, 3 April 2012, Kami dari tim Kajian Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bertolak dari Fakultas Ilmu Keperawatan Kampus UI Depok menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Tepatnya di Ruang Sidang Komisi IX DPR RI untuk menghadiri undangan dari Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI, yaitu salah satunya Kak Fikri (Alumni FIK UI). Mereka mengundang kami dalam rapat memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Keperawatan atau bisa juga dikatakan diskusi publik yang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Keperawatan.
Selasa, 03 April 2012
Paripurna DPR Bisa Akomodir Opsi Tambahan PKS
VIVAnews – Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan,
rapat paripurna DPR guna membahas usul pemerintah menaikkan harga bahan
bakar minyak kemungkinan bisa berkembang menjadi lebih dari dua opsi
dengan mengakomodir opsi tambahan yang digagas PKS.
Langganan:
Postingan (Atom)


