Jakarta
Di tengah gonjang-ganjing isu di Sekretariat Gabungan
Koalisi, para petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) malam ini
berkumpul di kantor DPP. Para menteri dari PKS dan anggota Fraksi PKS
dikabarkan hadir. Membahas apa?
Informasi yang dihimpun detikcom,
rapat digelar sejak sore di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta
Selatan, Kamis (5/4/2012). Sejumlah petinggi PKS yang hadir mulai dari
Presiden PKS Luthi Hassan Ishaq, Sekjen Anis Matta dan tokoh-tokoh
lainnya.
Apakah rapat ini membahas sikap PKS terkait berakhirnya
kebersamaan mereka di koalisi? Dua tokoh PKS yang dikonfirmasi soal ini
membantahnya.
Jubir PKS Mardani mengatakan, rapat membahas soal
pemenangan Pilkada DKI Jakarta. Dia membantah ada pembahasan soal
koalisi. "Kami bahas pemenangan Pilkada," ucapnya singkat.
Agenda
berbeda disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS di DPR, Abdul Hakim.
Menurut dia, ada tiga agenda utama dalam rapat yakni masalah kemiskinan,
energi dan korupsi.
"Diskusi rutin fraksi dengan staf ahli
mengenai: 1. Upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan pengangguran,
2. Kebijakan energi masa depan, 3. Percepatan pemberantasan koruptor,"
jelasnya dalam pesan singkat kepada detikcom.
Kabarnya bakal ada keterangan pers usai rapat ini. Namun hingga kini belum ada kejelasan.
Tampilkan postingan dengan label Seputar Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Politik. Tampilkan semua postingan
Kamis, 05 April 2012
Titi Anggraini: Sistem Pemilu Tertutup Paling Cocok untuk Indonesia
Jakarta
Fraksi-fraksi di DPR tengah mendebatkan sejumlah pasal
krusial di revisi UU Pemilu. Salah satunya tentang sistem pemilu di
Indonesia. Nah, melihat kondisi Indonesia saat ini Perkumpulan untuk
Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai sistem pemilu proporsional
tertutup lebih cocok.
"Sistem proporsional tertutup saya kira lebih banyak keuntungannya jika melihat fenomena politik Indonesia saat ini," ujar Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.
"Sistem proporsional tertutup saya kira lebih banyak keuntungannya jika melihat fenomena politik Indonesia saat ini," ujar Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.
Langganan:
Postingan (Atom)